
Pare, 28 Februari 2026 — Semangat baru mewarnai keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Pare. Melalui agenda launching yang digelar Jumat (27/2), sekolah resmi memperkenalkan identitas baru dengan nama SPEMSAPA sekaligus menguatkan program integrasi bersama MI Muhammadiyah 1 Pare (MIMSAPA).
Perubahan nama menjadi SPEMSAPA mulai digunakan pada semester ini sebagai bagian dari penguatan branding sekolah dan penyederhanaan penyebutan. Namun lebih dari itu, momentum ini menjadi titik tolak pembenahan dan penyelarasan sistem pendidikan antarjenjang.
Kepala SPEMSAPA, Pandu Septian, S.Pd., menegaskan bahwa integrasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesinambungan pendidikan sejak tingkat dasar hingga menengah pertama.
“Kami ingin membangun budaya sekolah yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan. Integrasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen untuk bertumbuh bersama,” ujarnya.
Kepala MIMSAPA, Eri Nurokhim, S.P., S.Pd., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kesamaan visi dan habit guru dalam membangun kualitas lembaga. Ia berharap integrasi ini dapat memperkuat karakter, kedisiplinan, serta mutu akademik peserta didik secara berjenjang.
Secara resmi, program integrasi diluncurkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Pare, Bapak Rifa’i. Ia menegaskan bahwa sinergi antaramal usaha Muhammadiyah menjadi kunci penguatan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
Agenda ini turut dihadiri Ketua DIKDASMEN & PNF PCM Pare, bendahara, serta jajaran pengurus lainnya. Hadir pula Yusuf Aziz, S.P., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kediri, yang memberikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan SPEMSAPA.
Sebagai arah pengembangan, SPEMSAPA menetapkan tiga fokus utama. Pertama, program Tahfidz dengan target hafalan tiga juz selama tiga tahun masa belajar. Kedua, penguatan kemampuan Bahasa Inggris melalui kerja sama dengan The Star. Ketiga, peningkatan kompetensi Matematika melalui kolaborasi dengan Math Master.
Melalui integrasi ini, SPEMSAPA berkomitmen membangun sistem pendidikan yang lebih solid, adaptif, dan berorientasi mutu. Dengan dukungan persyarikatan serta kolaborasi lintas jenjang, sekolah optimistis dapat menciptakan lingkungan belajar yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



