
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Pare, Pandu Septian, S.Pd., menyampaikan pernyataan resmi terkait penggunaan nama SPEMSAPA sebagai identitas baru sekolah. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus penguatan pemahaman publik bahwa SPEMSAPA bukan pergantian nama sekolah, melainkan nama panggilan dan identitas branding SMP Muhammadiyah 1 Pare.
Dalam sambutannya, Pandu Septian menegaskan bahwa SMP Muhammadiyah 1 Pare tetap berdiri dengan nama resminya sesuai ketentuan persyarikatan dan administrasi pendidikan. SPEMSAPA dihadirkan sebagai strategi komunikasi dan identitas visual agar sekolah lebih mudah dikenali, dekat dengan generasi muda, serta relevan dengan perkembangan zaman.
“SPEMSAPA adalah ikhtiar kami untuk meneguhkan jati diri sekolah. Ini bukan soal mengganti nama, tetapi memperkuat identitas, karakter, dan arah gerak SMP Muhammadiyah 1 Pare ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan SPEMSAPA lahir dari proses diskusi bersama guru dan menjadi bagian dari langkah strategis sekolah dalam membangun citra pendidikan yang progresif, berkarakter, dan tetap berakar pada nilai-nilai Muhammadiyah. Identitas ini diharapkan mampu menjadi simbol semangat belajar, berproses, dan berkemajuan bagi seluruh warga sekolah.
Menurut Pandu Septian, penguatan identitas sekolah menjadi penting di tengah dinamika dunia pendidikan yang semakin kompetitif. Dengan identitas yang kuat dan komunikatif, sekolah tidak hanya dikenal secara administratif, tetapi juga memiliki karakter yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui penetapan SPEMSAPA, SMP Muhammadiyah 1 Pare ingin menghadirkan wajah sekolah yang adaptif tanpa kehilangan nilai dasar pendidikan, keislaman, dan kemanusiaan. “SPEMSAPA adalah representasi semangat kolektif kami: bergerak maju, tetap membumi, dan terus mendidik dengan nilai,” pungkasnya.
Ke depan, SPEMSAPA akan digunakan secara bertahap dalam berbagai media komunikasi sekolah sebagai bagian dari penguatan branding dan identitas publik SMP Muhammadiyah 1 Pare.




