
Pelatihan Rutin
SMP Muhammadiyah 1 Pare (SPEMSAPA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui agenda Pelatihan Pembelajaran Deep Learning yang telah dilaksanakan dengan baik dan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pelatihan rutin guru sebagai upaya penguatan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru SPEMSAPA dan menghadirkan Siti Azimatus Saadah, S.Pd. sebagai narasumber. Suasana pelatihan berlangsung aktif, dialogis, dan reflektif, ditandai dengan diskusi mendalam mengenai praktik pembelajaran di kelas.
Kepala SPEMSAPA, Pandu Septian, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan kebutuhan nyata sekolah untuk terus bertumbuh.
“Pelatihan pembelajaran seperti ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan bahwa proses belajar di SPEMSAPA tidak berhenti pada rutinitas, tetapi bergerak menuju pembelajaran yang bermakna dan berdampak. Guru harus terus belajar agar sekolah tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Pandu Septian, S.Pd.
Deep Learning: Pembelajaran yang Bermakna, Sadar, dan Menyenangkan
Dalam sesi pemaparan materi, Siti Azimatus Saadah, S.Pd. menjelaskan bahwa Deep Learning dalam konteks pembelajaran memiliki tiga prinsip utama, yaitu meaningful, mindful, dan joyful.
“Deep learning itu pada dasarnya menekankan pembelajaran yang meaningful atau bermakna, di mana peserta didik memahami alasan dan tujuan dari apa yang mereka pelajari. Kemudian mindful, yaitu pembelajaran yang dijalani dengan kesadaran, baik oleh guru maupun peserta didik. Dan yang tidak kalah penting adalah joyful, pembelajaran harus menyenangkan agar anak merasa nyaman dan termotivasi,” jelasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa penerapan pembelajaran mendalam di kelas diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas peserta didik, tidak hanya secara akademik tetapi juga karakter dan cara berpikir.
“Harapan saya, bapak dan ibu guru SPEMSAPA dapat benar-benar melaksanakan pembelajaran mendalam di kelas, sehingga apa yang dipelajari anak-anak tidak berhenti di hafalan, tetapi membentuk pemahaman dan sikap positif,” tambahnya.
Sekolah Kuat dan Hebat: Ide, Inovasi, dan Pesan untuk Peserta Didik
Lebih lanjut, Siti Azimatus Saadah menekankan bahwa sekolah yang kuat dan hebat adalah sekolah yang hidup dengan ide dan inovasi. Menurutnya, inovasi tidak selalu harus besar, tetapi lahir dari keberanian guru untuk mencoba, merefleksi, dan memperbaiki praktik pembelajaran.
“Sekolah itu butuh ide dan inovasi. Ketika guru mau berpikir kreatif dan terbuka terhadap perubahan, maka sekolah akan terus bergerak maju dan tidak tertinggal,” ungkapnya.
Selain pesan kepada guru, beliau juga menitipkan pesan untuk para peserta didik SPEMSAPA agar terus memiliki semangat belajar dan keberanian untuk berkembang.
“Untuk peserta didik SPEMSAPA, teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, berani bertanya, dan jangan takut mencoba hal baru. Jadilah pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter,” pesannya.
Penutup
Dengan selesainya pelatihan pembelajaran Deep Learning ini, SPEMSAPA menegaskan langkahnya sebagai sekolah yang terus berupaya menghadirkan pembelajaran berkualitas, relevan, dan berdampak. Pelatihan ini diharapkan menjadi titik penguatan bagi guru untuk menghadirkan kelas yang lebih bermakna, sadar, dan menyenangkan, sekaligus memperkokoh identitas SPEMSAPA sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan berkemajuan.




