Pare, Kediri — SMP Muhammadiyah 1 Pare (SPEMSAPA) melanjutkan rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) Tahun Ajaran 2026/2027 pada hari kedua dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan kompetensi akademik, keagamaan, dan pembentukan karakter peserta didik.

Kegiatan diawali dengan Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ) sebagai upaya membiasakan peserta didik untuk memulai aktivitas dengan nilai-nilai keislaman. Agenda ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an sebagai bekal spiritual selama menempuh pendidikan di SPEMSAPA.

Selanjutnya, peserta didik mengikuti Mathematics Competency Assessment atau asesmen kompetensi matematika. Kegiatan ini bertujuan memetakan kemampuan awal siswa dalam bidang numerasi sehingga guru memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai tingkat pemahaman masing-masing peserta didik. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pada sesi berikutnya, peserta didik mendapatkan materi Bullying Prevention Session yang membahas pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Sesi ini disampaikan oleh Gelar Gian Crismeril, S.Pd. guru Seni Budaya, Pembina Tari SPEMSAPA sekaligus Anggota Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Melalui sesi ini, siswa diajak memahami berbagai bentuk perundungan, dampaknya terhadap korban maupun pelaku, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.

Penyampaian materi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Dengan memahami pentingnya sikap saling menghormati, diharapkan seluruh siswa mampu membangun budaya pertemanan yang sehat dan menjadikan SPEMSAPA sebagai lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari perundungan.

Melalui rangkaian kegiatan pada hari kedua FORTASI, SPEMSAPA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan spiritual. Dengan pemetaan kemampuan yang komprehensif serta edukasi mengenai kehidupan sosial di sekolah, peserta didik diharapkan mampu beradaptasi dengan baik dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkemajuan.